Field Study Jejak Perjuangan di Museum TNI AD Dharma Wiratama

Pagi itu, suasana di Madrasah Tunaswira terasa berbeda. Langit cerah, wajah-wajah santri terlihat antusias. Hari itu bukan hari belajar biasa. Para santri bersiap untuk mengikuti field study ke Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama yang ada di Jalan Jenderal Sudirman, Yogyakarta.

Perjalanan Menuju Jejak Perjuangan

Beberapa santri berkumpul di Terminal Condong Catur sejak pukul enam pagi. Sebagian lagi berangkat dari madrasah setengah jam kemudian. Mereka didampingi oleh para ustadz dan ustadzah. Semuanya berangkat dengan semangat dan rasa ingin tahu yang besar.

Belajar Sejarah

Museum ini menyimpan banyak cerita perjuangan bangsa. Santri tidak hanya diajak melihat benda-benda bersejarah. Mereka juga diajak memahami semangat jihad dan keberanian para pejuang. Mulai dari masa penjajahan Belanda dan Jepang, sampai masa awal berdirinya TNI, ketika Jenderal Soedirman diangkat menjadi Panglima Besar.

Madrasah Tunaswira SS percaya bahwa belajar tidak hanya di kelas. Field study ini bertujuan agar para santri bisa memahami nilai-nilai perjuangan secara nyata. Nilai keberanian, kejujuran, dan semangat membela kebenaran. Semua itu adalah hal penting yang juga diajarkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat.

Pengalaman Langsung di Museum TNI AD Dharma Wiratama

Sekitar pukul delapan tiga puluh pagi, dua bus membawa rombongan ke museum. Setibanya di sana, santri disambut dengan snack ringan. Setelah itu, mereka dibagi dalam kelompok kecil. Setiap kelompok didampingi satu ustadz atau ustadzah agar kegiatan berjalan aman dan terarah. Tur dimulai pukul sembilan pagi.

Di dalam museum, banyak hal yang membuat santri takjub. Mereka masuk ke Ruang Perang Kemerdekaan. Di sana mereka melihat perjuangan TNI dalam mempertahankan kemerdekaan. Ada teknologi augmented reality yang membuat suasana terasa hidup. Tank-tank besar juga dipajang di halaman depan. Semuanya terlihat gagah dan mengesankan.

Lalu mereka masuk ke Ruang Panji-panji dan Tanda Jasa. Ada banyak simbol kehormatan, termasuk seragam asli prajurit dari tahun lima puluhan hingga delapan puluhan. Santri bisa membayangkan bagaimana gagahnya para pejuang di masa lalu.

Mengagumi Sosok Jenderal Soedirman

Ruang yang paling menyentuh adalah Ruang Jenderal Soedirman dan Letjen Oerip Soemohardjo. Ada meja kerja dan benda-benda peninggalan lainnya. Di ruang itu juga ditampilkan rute gerilya Jenderal Soedirman. Banyak santri yang terdiam, merenung, dan merasa kagum dengan semangat juang beliau.

Yang membuat field study ini terasa istimewa adalah karena setiap cerita perjuangan di museum dihubungkan dengan kisah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat. Para santri jadi belajar bahwa membela kebenaran itu bukan hanya urusan sejarah bangsa, tetapi juga bagian dari ajaran Islam yang mulia.

Setelah selesai berkeliling, semua peserta makan siang bersama di aula museum. Suasananya hangat dan penuh kebersamaan. Banyak yang bercerita sambil tersenyum. Saat pulang, para santri tidak hanya membawa cerita seru. Mereka juga membawa semangat baru. Semangat untuk menjadi pribadi yang kuat, jujur, dan berani membela kebaikan.

Share the Post:

Leave a Reply

Related Posts